Jurnal, Karya Ilmiah, Prosiding, Artikel STMIK Atma Luhur Pangkalpinang

Knowledge Management System – Lebih Dari Sekedar “Perpustakaan Digital”

Oleh: Umama, M.Kom

“knowledge exists to be imparted” – Emerson Ralph Wardo

 

Istilah Knowledge Management (Manajemen Pengetahuan) baru dikenal secara luas pada akhir 1980an, namun sebenarnya Knowledge Management  sudah ada selama beberapa dekade. Dimulai pada tahun 1960an, Peter Drucker adalah yang pertama kali mengemukakan istilah “knowledge worker”. Kemudian pada tahun 1990, Senge fokus pada istilah “learning organization” yaitu kemampuan belajar dari pengalaman – pengalaman terdahulu yang kemudian disimpan pada memori perusahaan.

Secara definitif, knowledge managementberarti pengelolaan pengetahuan intelektual mulai dari pengumpulan, pendistribusian serta pengaplikasiannya.  Sederhananya, Knowledge Management  merupakan pusat pengelolaan pengetahuan intelektual sebuah perusahaan atau organisasi, bersumber dari orang – orang yang berada dalam perusahaan atau organisasi tersebut, yang digunakan untuk kepentingan peningkatan dan atau menyamaratakan pengetahuan orang – orang tersebut sehingga berujung pada peningkatan kualitas dan kemampuan bersaing perusahaan atau organisasi.

Mengacu pada uraian definitif knowledge management di atas, lantas apakah knowledge management system (knowledge management yang berbasis komputer) dimaksudkan seperti e-library (perpustakaan digital)? Tentu tidak. Meskipun mungkin jika dilihat kedua hal tersebut memiliki manfaat yang sama (sama – sama bermanfaat menambah wawasan/pengetahuan), namun dari sisi metode dan implementasinya sangat berbeda.

Bagaimana perbedaan tersebut dan sepenting apa knowledge management bagi perusahaan/organisasi? selengkapnya klik di sini.

INVESTIGASI TERHADAP TINGKAT KEBERHASILAN PHISHING DENGAN MENGGUNAKAN SETTING DI ADDRESS BAR PADA BROWSER

INVESTIGASI TERHADAP TINGKAT KEBERHASILAN PHISHING DENGAN MENGGUNAKAN  SETTING DI ADDRESS BAR PADA BROWSER

Oleh :

Yurindra

Email : P4ncing@yahoo.com

 

ABSTRAK

Penelitian dengan judul “INVESTIGASI TERHADAP TINGKAT KEBERHASILAN PHISHING DENGAN MENGGUNAKAN  SETTING DI ADDRESS BAR PADA BROWSERingin membuktikan kepada masyarakat pengguna teknologi internet bahwa masih banyak celah yang dapat digunakan oleh hacker untuk menerobos masuk kedalam sebuah system melalui username dan password milik pengguna.

Penelitian ini menggunakan penelitian induktif dengan metode purposive sampling dengan teknik sensus karena populasi seluruhnya mendapatkan kesempatan sebagai responden atau subjek penelitian.

Sebagai dasar dari pengukuran keberhasilan ini digunakan contoh kasus facebook. Facebook digunakan sebagai contoh kasus karena diasumsikan mempunyai  pengguna yang sangat banyak.

Pada akhirnya diketahui tingkat keberhasilan dari teknik penyerangan phishing jenis ini mempunyai tingkat akurasi yang sangat tinggi sehingga diharapkan masyarakat pengguna internet dapat segera menyadari kesalahan yang dilakukan agar terhindar dari serangan phishing jenis ini. 

 

Kata Kunci  :  Phishing, Facebook, Penyerangan, Penetrasi, Keamanan, Browser , Password, Username, vulnerability.

 

Download lengkap disini

 


 

KINERJA BAGIAN SISTEM INFORMASI DITINJAU DARI KEPUASAN DAN PENINGKATAN KINERJA PELANGGAN INTERNAL STUDI KASUS : STMIK ATMA LUHUR PANGKALPINANG

Kegiatan Utama Perguruan Tinggi adalah menghasilkan produk jasa pendidikan yang salah satu faktor keberhasilannya adalah adanya dukungan dari berbagai infrastruktur yang berkualitas, salah satunya Sistem Informasi (SI) dan teknologi informasi (TI) yang baik. Bagian Sistem Informasi (BSI) sebagai penyedia dan pengelola SI/TI harus mampu melakukan fungsinya. Produk dan layanan SI/TI yang berkualitas dapat diukur  dan dirasakan oleh pelanggan internal. Penelitian ini berisi dua macam penelitian, yaitu penelitian yang akan menguji hubungan antara kepuasan pelanggan internal dengan delapan variabel independent kualitas produk dan layanan SI/TI dan hubungan antara peningkatan kinerja pelanggan internal terhadap delapan variabel independent kualitas produk dan layanan SI/TI. Kedelapan variabel independent kualitas produk dan layanan SI/TI tersebut adalah availability, user friendliness, productivity, durability, responsiveness timeless of suppor,t reliability dan integration. Penelitian kedua adalah penelitian komparasi untuk melihat ada atau tidaknya perbedaan penilaian yang signifikan antara pelanggan internal dengan personel Bagian Sistem Informasi dalam menilai aspek-aspek kinerja juga dilakukan. Ada delapan aspek kinerja yang akan dianalisis yaitu: tanggapan terhadap masalah, pemeliharaan S/W, H/W dan jaringan, pengembangan sistem informasi, pemeliharaan program & SI, password dan kontrol online lainnya, virus, kemampuan personil dan kinerja menyeluruh. Hasil analisa korelasi menunjukan bahwa ada pengaruh signifikan yang positif antara kepuasan pelanggan internal dengan delapan variabel kualitas produk dan layanan SI/TI (menolak H0 pada hipotesis 1) serta terdapat pengaruh signifikan yang positif antara kualitas produk dan layanan SI/TI terhadap peningkatan kinerja pelanggan internal (menolak H0 pada hipotesis 2). Nilai rata-rata variabel dependent kepuasan adalah 3,326 dan variabel dependent peningkatan kinerja pelanggan internal adalah : 3,430 yang berarti bahwa pelanggan internal saat ini merasa cukup puas dan merasakan peningkatan yang cukup dalam kinerja mereka setelah menerima dan menggunakan produk dan layanan SI/TI yang diberikan oleh Bagian Sistem Informasi pada STMIK Atma Luhur. Hasil analisis Mann-Whitney menerima H0 pada hipotesis 3, dengan kata lain tidak terdapat perbedaan penilaian aspek kinerja yang signifikan antara pelanggan internal dan Bagian Sistem Informasi terhadap kinerja Bagian Sistem Informasi terhadap semua aspek yang diukur. Namun bukan berarti tidak perlu upaya perbaikan kinerja perlu ditungkatkan lagi dengan menyusun suatu prosedur penanganan masalah yang dikoordinasikan kesemua bagian sebagai standar kinerja.

Download paper selengkapnya disini

« Sebelumnya